Desakan Lengserkan Wali Kota Sukabumi Menggema di DPRD

SUKABUMI – JABAR || Sukabumi.Journalistpolice.com Gejolak politik desakan untuk melengserkan Wali Kota di Kota Sukabumi kian memanas. Setelah menggelar aksi di Balai Kota, ratusan massa yang tergabung dalam berbagai aliansi organisasi kemasyarakatan (Ormas).

Dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) bergerak menuju Gedung DPRD Kota Sukabumi untuk menyuarakan tuntutan yang lebih tegas, yakni mendesak penggunaan hak angket terhadap Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari demonstrasi yang sebelumnya dilakukan oleh para ketua dan pengurus RT/RW se-Kota Sukabumi terkait polemik realisasi janji politik bantuan dana Rp10 juta untuk setiap RT/RW.

BACA JUGA  Tol Bocimi Seksi 3 Dibuka Fungsional, Waktu Tempuh Menuju Sukabumi Dipangkas

Meski Wali Kota Ayep Zaki telah menyampaikan permintaan maaf dan berjanji mencari solusi melalui perubahan anggaran tahun 2026, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam kekecewaan sebagian kelompok masyarakat.

Usai aksi di Balai Kota, kelompok massa dari aliansi Ormas dan LSM memilih melanjutkan demonstrasi ke Gedung DPRD Kota Sukabumi. Mereka mendesak para wakil rakyat menggunakan hak konstitusionalnya untuk mengevaluasi kebijakan dan kepemimpinan wali kota.

Aparat keamanan dari Kodim 0607 dan Polres Sukabumi Kota tampak memperketat pengamanan di sekitar lokasi. Berkat kesigapan petugas, massa tertahan di area gerbang DPRD dan tidak sampai memasuki kompleks gedung dewan.

BACA JUGA  Ubah Stigma Negatif, Pemuda RW 02 Bojongduren Desa Parungseah Santuni Puluhan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama

Dalam berbagai orasi, para demonstran menilai janji politik yang disampaikan saat kampanye seharusnya telah melalui kajian hukum dan administrasi yang matang. Mereka mempertanyakan alasan pemerintah daerah yang menyebut program bantuan dana RT/RW sulit direalisasikan karena tidak memiliki dasar regulasi yang memadai.

Aktivis Kota Sukabumi, Ayi Permana, SH, SE atau yang dikenal dengan nama Ayong Syifa, menjadi salah satu tokoh yang menyuarakan kritik terhadap kebijakan tersebut. Menurutnya, alasan ketiadaan regulasi tidak dapat dijadikan pembenaran apabila program itu sebelumnya dijadikan janji kampanye kepada masyarakat.

“Jika memang dari awal tidak memiliki dasar hukum yang jelas, mengapa program tersebut disampaikan kepada publik sebagai janji politik? Seorang pemimpin seharusnya mencari solusi, bukan sekadar menyampaikan alasan,” ujarnya.

BACA JUGA  Halal Bihalal WCC di Sukabumi, Ratusan Anggota dari Berbagai Chapter Tumpah Ruah

Ayong menilai persoalan ini telah berkembang menjadi krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Menurutnya, DPRD perlu menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal melalui mekanisme yang tersedia, termasuk hak interpelasi dan hak angket sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Ia menegaskan bahwa tuntutan yang berkembang bukan sekadar ekspresi kemarahan sesaat, melainkan bentuk evaluasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah yang dianggap belum memenuhi harapan.

Sementara itu, sebagian besar perwakilan RT/RW yang sebelumnya mengikuti aksi memilih membubarkan diri secara tertib setelah mendengarkan penjelasan wali kota. Namun tuntutan dari kelompok Ormas dan LSM terus bergema hingga ke lingkungan DPRD, menjadikan isu ini sebagai salah satu perhatian utama publik Kota Sukabumi saat ini.

BACA JUGA  Warga Resah, Tumpukan Sampah di Jalur Wisata Selabintana–Pondok Halimun Belum Terangkut

Sorotan Publik

Meningkatnya tekanan politik terhadap Wali Kota Sukabumi menunjukkan bahwa persoalan janji kampanye kini telah berkembang menjadi isu yang menyentuh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Di satu sisi, pemerintah dituntut segera menghadirkan solusi konkret, sementara di sisi lain DPRD berada dalam sorotan untuk membuktikan fungsi pengawasannya berjalan secara efektif.

Apakah desakan penggunaan hak angket akan berlanjut ke proses politik resmi atau berakhir melalui dialog dan penyelesaian kebijakan, kini menjadi pertanyaan yang terus ditunggu jawabannya oleh masyarakat Sukabumi.

Pewarta:Abah Hamzah FKPK-RI Sukabumi

BACA JUGA  Dinamika Politik Kota Sukabumi Jadi Sorotan

Trending Topic

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Top News

Dinamika Politik Kota Sukabumi Jadi Sorotan

SUKABUMI - JABAR || Sukabumi.Journalistpolice.com – Dinamika politik Kota Sukabumi menjadi perhatian publik setelah munculnya aspirasi dan protes para Ketua RT dan RW se-Kota...

Pengukuhan HPCI Sukabumi Chapter Angkatan IV: Memperkuat Silaturahmi, Solidaritas dan Etika Berkendara

SUKABUMI - JABAR || Sukabumi.Journalistpolice.com – Semangat persaudaraan dan kebersamaan kembali ditunjukkan oleh keluarga besar Honda PCX Club Indonesia (HPCI) Sukabumi Chapter melalui kegiatan...

“Abah Anom” Nuruddin Zain Samsyi Terpilih Aklamasi sebagai Ketua PWI Kabupaten Sukabumi Periode 2026–2029

SUKABUMI - JABAR || Sukabumi.Journalistpolice.com – Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi yang digelar pada Sabtu berlangsung aman, lancar, dan tertib. Dalam agenda...

Mutasi Besar di Polres Sukabumi Kota, Kasat hingga Kapolsek Berganti

SUKABUMI  || Sukabumi.Journalistpolice.com – Sejumlah pejabat utama dan Kapolsek di lingkungan Polres Sukabumi Kota resmi berganti atau dimutasi. Pergantian jabatan tersebut ditandai dengan upacara...

Wartawan Senior Sukabumi Edhi Safe’i Tutup Usia di Umur 90 Tahun

SUKABUMI – JABAR || Sukabumi.Journalistpolice.com – Kabar duka menyelimuti insan pers Sukabumi. Wartawan senior anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi, Edhi Safe’i, berpulang...

Related news